<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bacaan Buat Ummat Islam</title>
	<atom:link href="http://arraudhahmedan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arraudhahmedan.wordpress.com</link>
	<description>Dakwah itu Ternyata Nikmat</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Oct 2009 03:24:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='arraudhahmedan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/737adbaba92714a03d501d0f6c7da88c?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Bacaan Buat Ummat Islam</title>
		<link>http://arraudhahmedan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://arraudhahmedan.wordpress.com/osd.xml" title="Bacaan Buat Ummat Islam" />
	<atom:link rel='hub' href='http://arraudhahmedan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Susahnya Menjaga Pandangan</title>
		<link>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/25/susahnya-menjaga-pandangan-2/</link>
		<comments>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/25/susahnya-menjaga-pandangan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 03:24:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arraudhahmedan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arraudhahmedan.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Tidak berlebihan jika ada pepatah yang mengatakan dari mata turun ke hati seperti halnya perkataan seorang salaf,”Pandangan adalah panah beracun yang menembus ke hati.” Dari sebuah pandangan bisa mendorong hati berfikir maksiat yang tidak jarang diakhiri oleh perbuatan zina. Karena itulah Allah swt menggandengkan antara perintah menjaga pandangan dengan menjaga kemaluan, sebagaimana didalam firman-Nya : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arraudhahmedan.wordpress.com&amp;blog=9179009&amp;post=116&amp;subd=arraudhahmedan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak berlebihan jika ada pepatah yang mengatakan dari mata turun ke hati seperti halnya perkataan seorang salaf,”Pandangan adalah panah beracun yang menembus ke hati.” Dari sebuah pandangan bisa mendorong hati berfikir maksiat yang tidak jarang diakhiri oleh perbuatan zina.<span id="more-116"></span></p>
<p>Karena itulah Allah swt menggandengkan antara perintah menjaga pandangan dengan menjaga kemaluan, sebagaimana didalam firman-Nya :</p>
<p>قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ</p>
<p>Artinya : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: &#8220;Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat&#8221;. (QS. An Nuur : 30)</p>
<p>Perintah menjaga pandangan dan kemaluan didalam ayat tersebut ditujukan kepada semua muslim baik dia tinggal di lingkungan islami yang menerapkan aturan-aturan islam atau di lingkungan yang tidak islami yang meninggalkan penerapan aturan-aturan islam didalam tata pergaulan antara lawan jenis.</p>
<p>Dan jika anda berada didalam suatu lingkungan yang tidak islami maka hendaklah anda berusaha untuk meminimalkan pandangan anda kepada perempuan-perempuan yang bukan mahram anda trlebih lagi terhadap mereka yang tidak menutupi auratnya.</p>
<p>Namun apabila memang anda tidak bisa menghindar dari memandang mereka maka hendaklah pandangan itu tidak dibarengi dengan pandangan berikutnya yang sudah bercampur dengan syahwat. Adapun pandangan anda yang pertama maka—insya Allah—masih mendapat pemakluman karena ia termasuk jenis “pandangan spontanitas”.</p>
<p>Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Jarir bin Abdullah berkata,”Aku bertanya kepada Rasulullah saw tentang pandangan spontanitas” Maka beliau saw memerintahkanku untuk mengalihkan pandaganku.”</p>
<p>Hadits ini memperkuat pendapat ulama yang mengatakan bahwa makna dari huruf “min” didalam surat An Nuur ayat 30 adalah “sebagian” karena memang ada sebagian pandangan yang dibolehkan atau tidak bisa dihindari seperti pandangan pertama (spontanitas) atau pandangan tanpa maksud seperti didalam hadits Jarir diatas.</p>
<p>Senada dengan hadits Jarir juga apa yang diriwayatkan oleh Tirmidzi bahwa Rasulullah saw bersabda,”Wahai Ali janganlah engkau ikuti pandangan (pertama) dengan pandangan (berikutnya). Sesungguhnya pandangan yang pertama adalah untukmu namun tidak pada pandangan yang lainnya.”</p>
<p>Untuk itu hendaklah anda pandai menempatkan diri disetiap tempat ikhtilath (percampuran antara laki-laki dan perempuan) yang pada saat itu anda berada didalamnya. Tempatkanlah diri anda pada sudut atau sisi yang tidak mengarahkan pandangan anda kepada perempuan asing. Anda bisa tempatkan diri anda pada sisi yang mengarahkan pandangan anda kepada tembok, pohon-pohon, papan tulis, atau benda-benda lainnya agar pandangan anda tetap terjaga dan terpelihara.</p>
<p>Menjaga pandangan ditengah-tengah masyarakat yang tidak menerapkan aturan Allah didalam tata pergaulan mereka memang menjadi tantangan tersendiri yang membutuhkan perjuangan dan kesungguhan bagi seorang mukmin multazhim (yang berkomitmen dengan islam).</p>
<p>Allah tidak memerintahkan manusia untuk memejamkan matanya didalam setiap aktivitasnya karena hal itu pasti akan menyulitkan dirinya. Diantara rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya yang berada pada keadan yang sulit namun dirinya tetap istiqomah melaksanakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya adalah bagaikan orang itu melakukan hijrah kepada Allah swt, sebagaimana apa yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rasulullah saw bersabda,”Beribadah pada zaman yang sulit (terjadi fitnah) bagaikan berhijrah kepada-Ku.”</p>
<p>Sebab dari kelebihan atau keutamaan beribadah pada masa seperti itu adalah dikarenakan manusia pada saat itu telah lalai akan kewajiban agamanya, mengabaikan syariat-Nya, disibukkan oleh urusan-urusan rutin duianya kecuali hanya segelintir orang saja yang masih komitmen dengan agamanya dan istiqomah diatas jalannya.</p>
<p>Mewujudkan masyarakat yang sadar syariah dan memegang nilai-nilai akhlak mulia adalah menjadi kewajiban semua orang yang ada didalamnya termasuk meminimalisir kemaksiatan didalam pergaulan ikhtilath. (baca : Ikhtilath dan Hijab Syar’i). Namun dari mereka semua tentunya tanggung jawab yang lebih besar adalah ada pada para penguasa sebagai pembuat kebijakan dan peraturan tata pergaulan masyarakatnya.</p>
<p>Wallahu A’lam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arraudhahmedan.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arraudhahmedan.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arraudhahmedan.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arraudhahmedan.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arraudhahmedan.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arraudhahmedan.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arraudhahmedan.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arraudhahmedan.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arraudhahmedan.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arraudhahmedan.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arraudhahmedan.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arraudhahmedan.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arraudhahmedan.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arraudhahmedan.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arraudhahmedan.wordpress.com&amp;blog=9179009&amp;post=116&amp;subd=arraudhahmedan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/25/susahnya-menjaga-pandangan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a46ea3158562459faf9678444a42efda?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arraudhahmedan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sikap Terhadap Nikmat Dan Musibah</title>
		<link>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/23/sikap-terhadap-nikmat-dan-musibah/</link>
		<comments>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/23/sikap-terhadap-nikmat-dan-musibah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 13:19:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arraudhahmedan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arraudhahmedan.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[Muslim disebut Muslim karena kelekatannya pada sikap penyerahan diri pada Allah SWT. Islam artinya ”berserah diri”. Islam adalah jalan hidup yang menuntut penganutnya untuk menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Allah. Tidak diperbolehkan bagi seorang Muslim untuk memiliki sikap atau pendapatnya sendiri dalam persoalan-persoalan penting dalam hidupnya. Jika non-Muslim (orang kafir) menganggap dirinya berhak memiliki sikap dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arraudhahmedan.wordpress.com&amp;blog=9179009&amp;post=114&amp;subd=arraudhahmedan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Muslim disebut Muslim karena kelekatannya pada sikap penyerahan diri pada Allah SWT. Islam artinya ”berserah diri”. Islam adalah jalan hidup yang menuntut penganutnya untuk menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Allah. Tidak diperbolehkan bagi seorang Muslim untuk memiliki sikap atau pendapatnya sendiri dalam persoalan-persoalan penting dalam hidupnya. Jika non-Muslim (orang kafir) menganggap dirinya berhak memiliki sikap dan pendapatnya sendiri tentang hidup, musibah senang dan bahagia, Muslim harus bertanya kepada agamanya apakah arti itu semua. Oleh karena itulah ia dapat disebut ”Muslim” yang artinya berserah diri. <span id="more-114"></span></p>
<p> Tertulis dalam Al Qur’an yang Mulia:</p>
<p>-          Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.(20)<br />
-          Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.(21)</p>
<p>-          Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.(22)</p>
<p>-          (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri (23), QS Al Hadid ayat 20-23</p>
<p>Bagi yang belum pernah mengetahui ayat ini, mungkin akan tercengang betapa Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Bijaksana telah Memberikan sebuah resep kehidupan yang sangat bermanfaat bagi hamba-hambaNya yang beruntung mendapatkan keimanan.</p>
<p>Ayat-ayat yang sangat indah jika dilantunkan oleh seorang Qari bersuara merdu yang faham cara membacanya.</p>
<p>Allah SWT Membuat MAKLUMAT dalam Al Qur’an dengan kata-kata ”I’lamu” (57:20),  yang mana maklumat ini merupakan sebuah pernyataan resmi, serius dan berbobot atas sebuah informasi penting bagi manusia. Isi maklumat tersebut adalah penjelasan tentang hakekat kehidupan dunia bagi manusia. Yaitu bahwa ia (kehidupan dunia) hanyalah permainan. Sebagaimana yang namanya permainan, maka dunia tidaklah pantas disikapi dengan keseriusan dan kesungguhan dalam melayani tuntutannya. Allah Menjelaskan pula bahwa beberapa hal (sebagai contoh) dari apa-apa yang dianggap sebagai hal-hal penting dalam kehidupan dunia, sebenarnya semua itu hanyalah bagaikan fatamorgana.<br />
Di ayat selanjutnya (57:21) Allah SWT langsung menganjurkan manusia untuk bersikap sebaliknya tehadap apa yang merupakan kebalikan/lawan dari kehidupan dunia, yaitu kehidupan akhirat. Jika terhadap kehidupan dunia manusia hendaknya mensikapinya hanya sebagai permainan dan selayaknya tanpa sikap serius apalagi berusaha keras, maka terhadap kehidupan akhirat yang merupakan kebalikan atau lawan dari kehidupan dunia, hendaknya manusia bersikap serius dan bahkan berkompetisi. Allah sekaligus juga Menjanjikan luasnya akhirat dan ampunan yang disediakan.</p>
<p>Ayat berikutnya (57:22) memberikan informasi penting lain yang terkait dengan dua ayat sebelumnya. Yaitu tentang takdir. Bahwa nasib manusia, baik atau buruk, bahkan setiap peristiwa yang terjadi di atas panggung dunia ini, pada hakekatnya sudah ditentukan sebelumnya. Keterangan ini memberikan perspektif yang jelas tentang kedudukan ujian hidup manusia, bahwa ujian hidup berupa senang maupun susah sudah ditentukan sebelumnya sehingga manusia tak perlu menyesali atau memaksakan kehendak. Sikap yang pas dalam menghadapi takdir memang bukan hal mudah. Terutama ketika menghadapi peristiwa yang sangat menyedihkan, atau sangat berat, manusia benar-benar harus menempatkan dirinya dengan se-tepat-tepatnya. Manusia harus mengambil sikap bersabar atas ujian dan tetap bersangka baik pada Allah padahal ia sedang susah atau gundah. Itulah ujian, semua ujian memang diadakan untuk menguji sampai ke titik-titik batas kesanggupan.<br />
Manusia hidup tak pernah mengenal statis. Selalu saja ada dinamika hidup menyertainya. Tidak ada seorang manusia di dunia ini yang tak diuji dengan baik dan buruk di dunia ini, apakah ia suka atau tidak. Dalam berbagai ayat-ayatNya Allah SWT sudah Memaklumatkan bahwa setiap manusia akan diuji, hanya saja mungkin tidak semua manusia mensikapi musibah dan nikmat dengan sikap yang sama. Ada orang yang optimis yang cenderung menghadapi kesulitan hidup dengan optimisme, sehingga ia senantiasa berusaha mencari jalan keluar, bahkan menganggap kesulitan sebagai tantangan. Ada pula manusia pesimis yang cenderung bersikap negatif terhadap apa saja, selalu mengeluh dan merasa susah.</p>
<p>Sudah sifat manusia untuk berkeluh kesah jika menghadapi kesulitan. Bahkan manusia mudah sekali merasa berputus asa dan kehilangan akal maupun kesabaran. Rentang sikap manusia terhadap musibah dapat dimulai dari sekedar keluhan kecil hingga kehilangan kewarasan karena emosi sedih atau marah yang tak terkendali. Seorang yang merasa bahwa kesulitan atau musibah yang dihadapinya adalah hal kecil, ia akan mensikapinya dengan santai dan memiliki banyak kesempatan untuk berpikir guna mengatasi kesulitan tersebut. Orang ini memusatkan perhatiannya pada penyelesaian masalah, dan ia mengaktifkan otaknya untuk berusaha mencari jalan keluar. Lain halnya jika seseorang merasa musibah yang dihadapinya terlalu berat atau besar bagi dirinya, ia akan tenggelam dalam masalah, bertolak belakang dengan orang pertama tadi yang berusaha mengatasi masalahnya dengan menggunakan otaknya, orang kedua ini malah tenggelam di dalam masalah. Perasaannya-lah yang menenggelamkan dirinya.</p>
<p>Perasaan manusia, persepsi manusia atas sesuatu bukanlah alat ukur obyektif. Perasaan manusia dapat saja berlebihan, sedangkan persepsinya mungkin saja keliru. Dalam menghadapi musibah, ada orang yang merasa ujian itu tak sanggup ia hadapi. Ia menganggap ujian tersebut terlalu berat baginya. Ini persepsinya sendiri. Padahal Allah SWT sudah Menyatakan dalam Al Qur’an bahwa seseorang tak akan dibebani lebih dari kadar kesanggupannya (2:286). Allah Yang Maha Tahu telah Mengukur kadar kesanggupan orang tersebut dan ia sesungguhnya mampu menghadapinya, namun  ia  telah menyesatkan dirinya dengan mempersepsikan musibah tersebut terlalu besar atau berat bagi dirinya. Persepsi ini kemudian dilanjutkan dengan prasangka buruk terhadap Allah, menyangka bahwa Allah tidak adil, menyangka bahwa Allah telah menghukum dirinya dengan kehinaan dan musibah. Sekali lagi ini adalah persepsi manusia yang keliru.</p>
<p>Allah SWT memberi gambaran orang-orang yang salah persepsi terhadap musibah dan nikmat sebagai berikut:</p>
<p>Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: &#8220;Tuhanku telah memuliakanku&#8221;.</p>
<p>Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata: &#8220;Tuhanku menghinakanku&#8221;. QS Al Fajr 15-16.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arraudhahmedan.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arraudhahmedan.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arraudhahmedan.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arraudhahmedan.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arraudhahmedan.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arraudhahmedan.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arraudhahmedan.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arraudhahmedan.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arraudhahmedan.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arraudhahmedan.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arraudhahmedan.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arraudhahmedan.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arraudhahmedan.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arraudhahmedan.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arraudhahmedan.wordpress.com&amp;blog=9179009&amp;post=114&amp;subd=arraudhahmedan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/23/sikap-terhadap-nikmat-dan-musibah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a46ea3158562459faf9678444a42efda?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arraudhahmedan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tiga Tanda Kiamat Yang Harus Diantisipasi Dewasa Ini</title>
		<link>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/23/tiga-tanda-kiamat-yang-harus-diantisipasi-dewasa-ini/</link>
		<comments>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/23/tiga-tanda-kiamat-yang-harus-diantisipasi-dewasa-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 13:17:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arraudhahmedan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/23/tiga-tanda-kiamat-yang-harus-diantisipasi-dewasa-ini/</guid>
		<description><![CDATA[Ada tiga tanda fenomenal dari tanda-tanda Kiamat yang perlu diantisipasi dewasa ini oleh umat manusia pada umumnya dan umat Islam pada khususnya. Dua di antara ketiga tanda itu masuk dalam kategori tanda-tanda besar Kiamat. Satu lagi kadang dimasukkan ke dalam tanda besar, namun ada pula yang menyebutnya sebagai tanda penghubung antara tanda- tanda-tanda kecil Kiamat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arraudhahmedan.wordpress.com&amp;blog=9179009&amp;post=113&amp;subd=arraudhahmedan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada tiga tanda fenomenal dari tanda-tanda Kiamat yang perlu diantisipasi dewasa ini oleh umat manusia pada umumnya dan umat Islam pada khususnya. Dua di antara ketiga tanda itu masuk dalam kategori tanda-tanda besar Kiamat. Satu lagi kadang dimasukkan ke dalam tanda besar, namun ada pula yang menyebutnya sebagai tanda penghubung antara tanda- tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat.  <span id="more-113"></span></p>
<p>Tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat ialah diutusnya Imam Mahdi. Imam Mahdi merupakan tanda Kiamat yang menghubungkan antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat karena datang pada saat dunia sudah menyaksikan munculnya seluruh tanda-tanda kecil Kiamat yang mendahului tanda-tanda besar Kiamat. Allah tidak akan mengizinkan tanda-tanda besar Kiamat datng sebelum berbagai tanda kecil Kiamat telah tuntas kemunculannya.</p>
<p>Banyak orang barangkali belum menyadari bahwa kondisi dunia dewasa ini ialah dalam kondisi dimana hampir segenap tanda-tanda kecil Kiamat yang diprediksikan oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam telah bermunculan semua.  Coba perhatikan beberapa contoh tanda-tanda kecil Kiamat berikut ini:<br />
Dan perceraian banyak terjadi ويكثر الطلاق<br />
Dan banyak terjadi kematian mendadak (tiba-tiba) و الموت الفجاء<br />
Dan banyak mushaf diberi hiasan (ornamen) و حلية المصاحف<br />
Dan masjid-masjid dibangun megah-megah    و زخرفت المساجد<br />
Dan berbagai perjanjian dan transaksi dilanggar sepihak    و نقضت العهود<br />
Dan berbagai peralatan musik dimainkan و استعملت المأزف<br />
Dan berbagai jenis khamr diminum manusia و شربت الخمور<br />
Dan perzinaan dilakukan terang-terangan  و فخش الزنا<br />
Dan para pengkhianat dipercaya (diberi jabatan kepemimpinan)   و اؤتمن الخائن<br />
Dan orang yang amanah dianggap pengkhianat (penjahat/teroris)  و خون الأمين<br />
Tersebarnya Pena (banyak buku diterbitkan)    ظهور القلم<br />
Pasar-pasar (Mall, Plaza, Supermarket) Berdekatan  تتقارب الأسواق<br />
Penumpahan darah dianggap ringan        استخفاف بالدم<br />
Makan riba  أكل الربا </p>
<p>Jadi kalau kita perhatikan, contoh-contoh di atas jelas sudah kita jumpai di zaman kita dewasa ini. Bahkan bila kita buka kitab para Ulama yang menghimpun hadits-hadits mengenai tanda-tanda kecil Kiamat, lalu kita baca satu per satu hadits-hadits tersebut hampir pasti setiap satu hadits selesai kita baca kita akan segera bergumam di dalam hati: “Wah, yang ini sudah..!” Hal ini akan selalu terjadi setiap habis kita baca satu hadits. Laa haula wa laa quwwata illa billah&#8230;.</p>
<p>Jika tanda-tanda kecil Kiamat sudah hampir muncul seluruhnya berarti kondisi dunia dewasa ini berada di ambang menyambut kedatangan tanda-tanda besar Kiamat. Dan bila asumsi ini benar, berarti dalam waktu dekat kita semua sudah harus bersiap-siap untuk menyambut datangnya tanda penghubung antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat, yaitu diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat Islam. Hal ini menjadi selaras dengan isyarat yang diungkapakan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengenai dua pra-kondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi.</p>
<p>أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ يُبْعَثُ فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلَافٍ مِنْ النَّاسِ</p>
<p>وَزَلَازِلَ فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا</p>
<p> “Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa.  Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kese-wenang-wenangan dan kezaliman.”  (HR Ahmad)</p>
<p>Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengisyaratkan adanya dua prakondisi menjelang diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat Islam. Kedua prakondisi tersebut ialah pertama, banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan kedua, terjadinya gempa-gempa. Subhaanallah. Jika kita amati kondisi dunia saat ini sudah sangat sarat dengan perselisihan antar-manusia, baik yang bersifat antar-pribadi maupun antar-kelompok. Demikian pula dengan fenomena gempa sudah sangat tinggi frekuensi berlangsungnya belakangan ini.</p>
<p>Berarti kedatangan Imam Mahdi merupakan tanda Akhir Zaman yang jelas-jelas harus kita antisipasi dalam waktu dekat ini. Dan jika sudah terjadi berarti kitapun harus segera mempersiapkan diri untuk mematuhi perintah Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam yang berkaitan dengan kemunculan Imam Mahdi. Kita diperintahkan untuk segera berbai’at dan bergabung ke dalam barisannya sebab episode-episode berikutnya merupakan rangkaian perang yang dipimpin Imam Mahdi untuk menaklukkan negeri-negeri yang dipimpin oleh para Mulkan Jabriyyan (Para penguasa yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya).</p>
<p>فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ</p>
<p>“Ketika kalian melihatnya (Imam Mahdi) maka ber-bai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Ibnu Majah).<br />
Imam Mahdi akan mengibarkan panji-panji Al-Jihad Fi Sabilillah untuk memerdekakan negeri-negeri yang selama ini dikuasai oleh para Mulkan Jabriyyan (Para penguasa yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya). Beliau akan mengawali suatu proyek besar membebaskan dunia  dari penghambaan manusia kepada sesama manusia untuk hanya menghamba kepada Allah semata, Penguasa Tunggal dan Sejati langit dan bumi. Beliau akan memastikan bahwa dunia diisi dengan sistem dan peradaban yang mencerminkan kalimatthoyyibah Laa ilaha illAllah Muhammadur Rasulullah dari ujung paling timur hingga ujung paling barat. </p>
<p>Ghazawaat (perang-perang) tersebut akan dimulai dari jazirah Arab kemudian Persia (Iran) kemudian Ruum (Eropa dan Amerika) kemudian terakhir melawan pasukan Yahudi yang dipimpin langsung oleh puncak fitnah, yaitu Dajjal. Dan uniknya pasukan Imam Mahdi Insya Allah akan diizinkan Allah untuk senantiasa meraih kemenangan dalam berbagai perang tersebut.</p>
<p>تَغْزُونَ جَزِيرَةَ الْعَرَبِ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ فَارِسَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ</p>
<p> ثُمَّ تَغْزُونَ الرُّومَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ تَغْزُونَ الدَّجَّالَ فَيَفْتَحُهُ اللَّهُ</p>
<p>“Kalian akan perangi jazirah Arab dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan menghadapi Persia dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan perangi Ruum dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya, kemudian kalian akan perangi Dajjal dan Allah akan beri kemenangan kalian atasnya.” (HR Muslim)<br />
Lalu kapan Nabiyullah Isa ’alihis-salaam akan turun dari langit diantar oleh dua malaikat di kanan dan kirinya? Menurut hadits-hadits yang ada Nabi Isa putra Maryam ’alihis-salaam akan datang sesudah pasukan Imam Mahdi selesai memerangi pasukan Ruum menjelang menghadapi perang berikutnya melawan pasukan Dajjal. Pada saat itulah Nabi Isa ’alihis-salaam akan Allah taqdirkan turun ke muka bumi untuk digabungkan ke dalam pasukan Imam Mahdi dan membunuh Dajjal dengan izin Allah.</p>
<p>Begitu Imam Mahdi dan pasukannya mendengar kabar bahwa Dajjal telah hadir dan mulai merajalela menebar fitnah dan kekacauan di muka bumi, maka Imam Mahdi mengkonsolidasi pasukannya ke kota Damaskus. Lalu pada saat pasukan Imam Mahdi menjelang sholat Subuh di sebuah masjid yang berlokasi di sebelah timur kota Damaskus tiba-tiba turunlah Nabi Isa ’alihis-salaam diantar dua malaikat di menara putih masjid tersebut. Maka Imam Mahdi langsung mempersilahkan Nabi Isa ’alihis-salaam untuk mengimami sholat Subuh, namun ditolak olehnya dan malah Nabi Isa ’alihis-salaam menyuruh Imam Mahdi untuk menjadi imam sholat Subuh tersebut sedangkan Nabi Isa ’alihis-salaam makmum di belakangnya. Subhanallah.</p>
<p>&#8221; ينزل عيسى بن مريم ، فيقول أميرهم المهدي : تعال صل بنا ،</p>
<p> فيقول : لا إن بعضهم أمير بعض ، تكرمة الله لهذه الأمة &#8221; .</p>
<p>&#8220;Turunlah Isa putra Maryam ’alihis-salaam. Berkata pemimpin mereka Al-Mahdi: &#8220;Mari pimpin sholat kami.&#8221; Berkata Isa ’alihis-salaam: &#8220;Tidak. Sesungguhnya sebagian mereka pemimpin bagi yang lainnya sebagai penghormatan Allah bagi Ummat ini.&#8221; (Al Al-Bani dalam ”As-Salsalatu Ash-Shohihah”)</p>
<p>Saudaraku, marilah kita bersiap-siap mengantisipasi kedatangan tanda-tanda Akhir Zaman yang sangat fenomenal ini. Tanda-tanda yang akan merubah wajah dunia dari kondisi penuh kezaliman dewasa ini menuju keadilan di bawah naungan Syariat Allah dan kepemimpinan Imam Mahdi beserta Nabiyullah Isa ’alihis-salaam.</p>
<p>Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam barisan pasukan Imam Mahdi yang akan memperoleh satu dari dua kebaikan: ’Isy Kariman (hidup mulia di bawah naungan Syariat Allah) au mut syahidan (atau Mati Syahid). Amin ya Rabb.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arraudhahmedan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arraudhahmedan.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arraudhahmedan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arraudhahmedan.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arraudhahmedan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arraudhahmedan.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arraudhahmedan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arraudhahmedan.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arraudhahmedan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arraudhahmedan.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arraudhahmedan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arraudhahmedan.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arraudhahmedan.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arraudhahmedan.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arraudhahmedan.wordpress.com&amp;blog=9179009&amp;post=113&amp;subd=arraudhahmedan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/23/tiga-tanda-kiamat-yang-harus-diantisipasi-dewasa-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a46ea3158562459faf9678444a42efda?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arraudhahmedan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengobarkan Dzikir Kita</title>
		<link>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/21/mengobarkan-dzikir-kita/</link>
		<comments>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/21/mengobarkan-dzikir-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 23:33:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arraudhahmedan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Baru]]></category>
		<category><![CDATA[dzikir]]></category>
		<category><![CDATA[hamba]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[sakinah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arraudhahmedan.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Kobaran dzikir datangkan sakinah, malaikat akan menaungi dengan sayap-sayap terbentang. Dia akan menghambar jiwa lisan mengumbar ghibah, melempar dusta dan berlaku zhalim. Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) -Ku. (Al-Baqarah : 152). Dzikir adalah tali koneksi antara Allah dengan seorang hamba. Barang siapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arraudhahmedan.wordpress.com&amp;blog=9179009&amp;post=110&amp;subd=arraudhahmedan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kobaran dzikir datangkan sakinah, malaikat akan menaungi dengan sayap-sayap terbentang. Dia akan menghambar jiwa lisan mengumbar ghibah, melempar dusta dan berlaku zhalim.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) -Ku. (Al-Baqarah : 152).<span id="more-110"></span></p>
<p>Dzikir adalah tali koneksi antara Allah dengan seorang hamba. Barang siapa yang mengingat Allah maka Allah akan mengingatnya. Barang siapa yang melupakan Allah maka Allah juga akan melupakannya, membiarkannya larut, hanyut dan tenggelam dalam kealfaan yang panjang. Larut dalam gulita hati dan kekeruhan ruhani. Hanyut dalam kekerasan hati dan ketulian kalbu. Kita butuh mengingat Allah karena kita memang membutuhkannya. Allah tidak perlu agar kita mengingat-Nya kitalah yang menghajatkan-Nya. Mengingat Allah adalah refleksi syukur kita sedangkan melupakan-Nya adalah ungkapan nyata kekufuran kita.</p>
<p>Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui (Ali Imran : 135).</p>
<p>Setiap kita pasti akan pernah alfa, setiap kita pasti akan pernah lalai sebagai sifat dasar yang melekat dalam diri kita masing-masing. Namun sebaik-baik manusia yang berlaku salah adalah yang segera kembali ke akar penciptaannya, akar fitrah yang juga melekat pada dirinya. Segera dzikir dan ingat pada Allah, memohoan ampunan-Nya, mengemis welas asih-Nya, meratapi dosa-dosanya di depan kasih sayang-Nya. Karena dia sadar hanya Allah yang Mahalapang rahmat-Nya, Yang Mahakasih. Rahmat-Nya lebih luas daripada murka-Nya, rahmat-Nya mengalahkan murka-Nya.</p>
<p>(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): &#8220;Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka (Ali Imran : 191).</p>
<p>Orang-orang yang berakal akan senantiasa mengingat Allah, akan senantiasa merapat ke hadirat-Nya, akan senantiasa merindukan-Nya, akan merasa asyik masyuk bersama-Nya. Dia akan senantiasa ingat dan dzikir kepada Allah dalam segala kondisinya, dalam segala hal dan waktunya, seluruh lorong waktunya terasa dengan dzikir pada-Nya. Saat berdiri dia ingat Allah, saat duduk dia ingat Allah, saat berbaringpun dia ingat Allah. Dia dekat dengan Allah, dengan dengan asma-asma-Nya, dengan dengan kekuasaan-Nya, dekat dengan kehendak dan iradat-Nya. Bagi-Nya adalah segala-Nya, di atas segala cintanya, termasuk terhadap dirinya ssendiri.</p>
<p>Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (An-Nisaa&#8217; : 142).</p>
<p>Hal yang sebaliknya terjadi pada para munafik, yang hanya mengingat Allah dengan volume yang sangat sedikit, kalaupun dia mengingat Allah maka akan dia lakukan saat berada di tengah banyak manusia, karena ingin mendapat puji-pujian dan apresiasi dari tindakannya. Namun hatinya sepi dari dzikir hakiki, nurani kosong dari dzikir hakiki. Berdirinya adalah kemalasan mengingat Allah, salatnya dilakukan dengan ogah-ogahan dan berat. Dia bukan ingin pujian dari Allah namun ingin pujian dari manusia. Riya&#8217; menjadi selimut jiwanya sehingga manusiapun merasakannya.</p>
<p>Radar keimanan orang yang bertakwa akan senantiasa bergetar keras mana kala ada bisikan jahat yang akan menghancurkan dirinya, menenggelamkan dirinya dalam maksiat kepada Allah. Radar keimanan demikian aktif menyadap virus-virus jahat yang mungkin menjangkiti dirinya. Radar keimannannya menyala tatkala ada serbuk dosa ditebarkan untuk meracuninya.</p>
<p>Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya (Al-A&#8217;raf : 201).</p>
<p>Kebeningan hatinya mampu menyingkap kesalahan apa yang dia lakukan saat itu, kekeliruan apa yang sedang mengintai dirinya, kejahatan apa yang sedang dibidikkan padanya. Nuraninya, tajam berkat dzikirnya selama ini dia panjatkan kepada Allah.</p>
<p>Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai (Al-A&#8217;raaf : 205)</p>
<p>Manusia bertakwa akan senantiasa berdzikir dalam hatinya dengan perasaan rendah diri tak berdaya di hadapan-Nya, dengan perasaan takut menyelimuti jiwanya. Suaranya rendah dalam kobaran dzikirnya yang menyala dalam hatinya di pagi hari dan petang, di ubun-ubun siang dan di jantung malam. Kobaran dzikirnya membubung ke menyentuh Arasy Sang Maha Rahman. Suara sunyinya demikian gemuruh di tengah para malaikat, demikin melengking di tengah gemuruh tasbih malaikat yang mengitari Baitul Makmur.</p>
<p>Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal (Al-Anfaal : 2).</p>
<p>Gemetar hati mereka manakala nama Allah disebut, dzikir segera meluncur dari mulutnya membasahi lidahnya, memenuhi dadanya. Iman mereka melonjak tatkala ayat-ayat Allah dikumandangkan dan dialunkan. Tawakkal menjadi hiasan hidupnya, memagari setiap geraknya.</p>
<p>(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram (Ar-Ra&#8217;d : 27).</p>
<p>Dalam dzikir mereka ada tobat yang muncul karena berimanannya kepada Allah. Hati mereka merada damai, tenteram dan lembut dalam derasnya dzikir yang mengalir dari samudera keimanannya. Ketenteraman menghiasi hidupnya, melingkupi ruang jiwanya, memadati kekosongan hatinya. Dia damai dalam dzikirnya. Tenteram saat mengingat Allah.</p>
<p>Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas (Al-Kahfi : 28).</p>
<p>Orang sering berpaling pada dunia, mabuk di dalamnya, hanyut di arunya manakala dzikir tidak mengalir deras dari hatinya melalui gelombang lisannya. Orang akan silau dengan dunia manakala dzikir demikian sepi dari bibirnya. Maka orang-orang bertakwa akan senantiasa memilih teman dan kawan yang senantiasa menyeru Tuhannya pagi dan petang karena dia sadar bahwa teman yang baik akan mengantarkannya pada kebaikan, menggiringnya menuju surga Tuhan. Menghindarkannya dari godaaan syetan, menghindarkannya dari neraka Jahannam. Kecerdasan memilih teman akan menyelamatkan, dan kelalaian dalam berteman akan mencelakakan.</p>
<p>laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi guncang (An-Nuur : 37).</p>
<p>Manusia dzikir tidak akan pernah terlalaikan oleh bisnis mereka, oleh jabatan mereka, oleh tugas-tugas kenegaraan mereka, oleh niaga-niaga mereka, oleh ana-anak mereka, harta-harta mereka karena dia telah mengingatkan diri dengan langit, menyambungkan jiwa dengan Penguasa langit dan bumi. Jiwa senantiasa mempersiapkan diri untuk semua &#8220;pertemuan akbar&#8221; di Padang Mahsyar tatkala semua perbuatan dipertanyakan, tatkala semua ucapan dipersoalkan, tatkala semua tindakan dimintai pertanggung jawaban. Saat hati mengalami guncangan besar, saat jiwa dirasuki ketakutan.</p>
<p>Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (Al-Ahzaab : 21).</p>
<p>Manusia dzikir akan mampu meneladani Rasulullah dalam semua tingkah lakunya, dalam semua derap langkahnya, dalam semua paradigma pikirnya. Rasulullah menjadi idolanya, Rasulullah menjadi kiblat perilaku moralnya. Karena dia senantiasa mengingat Allah. Karena dzikir berkobar menyala di jantung hatinya. Dia akan senantiasa ingat firman-Nya. Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya (Al-Ahzaab : 41). Dia senantiasa mampu memperbesar gelombang dzikirnya dalam sepi dan ramai, dalam suka dan duka, dalam susah dan senang.</p>
<p>Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur&#8217;an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya (Az-Zumar : 23)..</p>
<p>Kult manusia dzikir akan bergetar manakala ayat-ayat Allah yang mulia itu dikumandangkan, dialunkan dan dilantunkan. Namun tenanglah mereka saat mengingat Allah. Kitab Allah yang melahirkan damai, ketenangan dan kesejukan jiwa dan obat bagi para pembacanya. Jiwa raga yang dselimuti Al-Quran akan terasa demikian kuat, kokoh dan ajeg karena mata air hikmahnya mengandung obat mujarab yang memberikan ketenangan.</p>
<p>Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi (Al-Munafiquun : 9)</p>
<p>Kerugian akan menimpa manusia-manusia yang lupa Allah karena ana-anak mereka. Kerugian akan menimpa manusia-manusia yang tidak menjadikan dzikir sebagai agenda hidupnya. Allah memperingatkan orang-orang beriman agar mereka tidak lupa kepada Allah gara-gara anak-anak mereka, gara limpahan harta mereka. Allah memperingatkan hal ini karena pada harta itu sering menarik pada tindakan melupakan Allah dan anak-anak sering pula melalaikan kita kepada Allah. Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan Al-Muzammil : 8), Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang.(Al-Insaan : 29).</p>
<p>Mari kita kobarkan dzikir kita di nafas subuh, di ubun siang, diremang senja dan di jantung malam. Sebab dalam dzikir itu ada banyak mamfaat:</p>
<p>Dzikir kita akan mengusir, menangkal dan menghancurkan syetan. Membuat Allah ridha dan syetan menjadi murka. Dzikir hilangkan risau, gelisah, gundah, suntak dan menghadikrkan ketenangan.</p>
<p>Dengan dzikir segala keburukan menjadi sirna, kalbu menjadi kuat, badan menjadi sehat, memperbaiki yang lahir dan batin. Wajah terang dan wajah bersinar, rezeki menjadi gampang, ada wibawa mengitari dirinya ada ketenagan menjalar di segala arah.</p>
<p>Dalam kobaran dzikir istiqamah akan kokoh, kebenaran akan menghampiri, muraqabah akan tinggi,ihsan akan terengkuh, iman akan meneguh, tauterus merambat, inabah akan merayap, taqarrub menjadi mudah, makrifat menjadi terbuka dan khasyah berkilauan.</p>
<p>Dzikir adalah makanan ruhani sebagaimana nutrisi adalah makanan bagi tubuh. Ia adalah pembersih jiwa, pembening hati pengusir lalai dan penakluk syahwat. Kelalaian lenyap bersamanya. Ia adalah lentera bagi bagi gulitanya jiwa, pelebur dosa, lenyapkan nestapa.</p>
<p>Kobaran dzikir datangkan sakinah, malaikat akan menaungi dengan sayap-sayap terbentang. Dia akan menghambar jiwa lisan mengumbar ghibah, melempar dusta dan berlaku zhalim. Membuat teman duduknya tenteram. Ia adalah tanaman surga yang akan dipetik oleh orang yang rajin menyiramninya.</p>
<p>Kobaran dzikir mencegaj kepikunan, mengatasi kelalaian. Hatinya senantiasa menatap akhirat dan mengabaikan dunia. Ia adalah pondasi dan ouncak syukur.</p>
<p>Dzikir adalah api yang aktif bekerja menyirnakan sisa-sisa dosa kita, menghilangkan noda-noda kejahatan kita. Gunung, langit, bumi dan semesta selain syetan durjana bangga dengan dzikir-dzikir manusia.</p>
<p>Dalam kobaran dzikir ada kelezatan yang luar biasa, ada kenikmatan tiada tara.</p>
<p>Kobaran dzikir yang terus menyala akan menjadi saksi bahwa kita benar-benar mencinta Sang Maha Kuasa. Di kobarannya kita masuk dengan damai dan tentram bersama Allah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arraudhahmedan.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arraudhahmedan.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arraudhahmedan.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arraudhahmedan.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arraudhahmedan.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arraudhahmedan.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arraudhahmedan.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arraudhahmedan.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arraudhahmedan.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arraudhahmedan.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arraudhahmedan.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arraudhahmedan.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arraudhahmedan.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arraudhahmedan.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arraudhahmedan.wordpress.com&amp;blog=9179009&amp;post=110&amp;subd=arraudhahmedan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/21/mengobarkan-dzikir-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a46ea3158562459faf9678444a42efda?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arraudhahmedan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Istiqamah Tak Mudah Tapi Bukan Tak Mungkin</title>
		<link>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/21/istiqamah-tak-mudah-tapi-bukan-tak-mungkin/</link>
		<comments>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/21/istiqamah-tak-mudah-tapi-bukan-tak-mungkin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 23:31:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arraudhahmedan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/21/istiqamah-tak-mudah-tapi-bukan-tak-mungkin/</guid>
		<description><![CDATA[Keimanan yang berkesinambungan dengan istiqamah memiliki effek luar biasa bagi seseorang yang melakukannya. Dia mendapatkan karunia dimana para malaikat akan turun padanya saat menjelang kematiannya mengabarkan agar dia tidak takut, khawatir, gentar dan panik menghadapi kematian. إن الذين قالوا ربنا الله ثم استقاموا تتنزل عليهم الملائكة ألا تخافوا ولا تحزنوا وأبشروا بالجنة التي كنتم توعدون [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arraudhahmedan.wordpress.com&amp;blog=9179009&amp;post=109&amp;subd=arraudhahmedan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Keimanan yang berkesinambungan dengan istiqamah memiliki effek luar biasa bagi seseorang yang melakukannya. Dia mendapatkan karunia dimana para malaikat akan turun padanya saat menjelang kematiannya mengabarkan agar dia tidak takut, khawatir, gentar dan panik menghadapi kematian.<span id="more-109"></span><br />
إن الذين قالوا ربنا الله ثم استقاموا تتنزل عليهم الملائكة ألا تخافوا ولا تحزنوا وأبشروا بالجنة التي كنتم توعدون</p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: &#8220;Tuhan kami ialah Allah&#8221; kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): &#8220;Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu&#8221; (Fusshilat : 30).</p>
<p style="text-align:justify;">Istqamah sering kali disebutkan dalam kata lain dengan iltizam, komitmen, kokoh pendirian. Istiqamah memiliki makna penting dan signifikan dalam Islam. Oleh karena itulah Allah memberikan perintah agar keimanan jangan hanya berhenti pada keimanan yang mandul, keimanan yang tumpul keimanan yang tidak berkelanjutan, keimanan yang buntu. Klaim keimanan dan keberimanan hendaknya berlangsung terus menerus, dan terus naik kadar dan volumenya. Keimanan harus terus hidup, berlangsung tiada henti.</p>
<p style="text-align:justify;">Keimanan yang berkesinambungan dengan istiqamah memiliki effek luar biasa bagi seseorang yang melakukannya. Dia mendapatkan karunia dimana para malaikat akan turun padanya saat menjelang kematiannya mengabarkan agar dia tidak takut, khawatir, gentar dan panik menghadapi kematian dan jangan pula sedih dan gundah karena dia akan mendapatkan surga sebagaimana yang telah dijanjikan pada mereka. Surga yang diperoleh melalui kucuran keringat dalam berpegang teguh pada kebenaran, komitmen dengan keadilan, keberanian menghadang tantangan dan rintangan. Bahkan jika perlu dengan darah dan jiwa sebagai taruhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah diperintahkan oleh Allah akan senantiasa istiqamah terhadap segala hal yang Allah perintahkan padanya. Jangan pernah menyimpang, jangan pernah menyeleweng. Berjalanlah lurus sesuai track-nya.</p>
<p style="text-align:justify;">فاستقم كما أمرت ومن تاب معك ولا تطغوا إنه بما تعملون بصير</p>
<p style="text-align:justify;">Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah tobat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan (Huud : 112).</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak istiqamah berarti telah melakukan perbuatan melampaui batas.</p>
<p style="text-align:justify;">Umar bin Khattab pernah berkata : Istiqamah adalah kamu berdiri di atas perintah dan larangan dan tidak terombang ambing seperti musang (yang berlarian ke sana kemari).</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu saat ada seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah satu pertanyaan sangat penting tentang Islam. Dan Rasulullah mengatakan : قل آمنت بالله ثم استقم, &#8220;katakana aku beriman kepada Allah lalu istiqamahlah.&#8221; (HR. Muslim).</p>
<p style="text-align:justify;">Pada sabdanya yang lain Rasulullah mengatakan :</p>
<p style="text-align:justify;">(استقيموا ونعما إن استقمتم).رواه ابن ماجه</p>
<p style="text-align:justify;">Istiqamahlah kalian semua, dan beruntunglah jika kalian istiqamah (HR. Ibnu Majah).</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah menganggap perlu menyampaikan itu karena banyak orang yang mengatakan beriman, namun keimanannya cepat layu dan loyo, keimanan yang tidak subur, keimanan yang kering kerontang. Keimanan tanpa istiqamah akan terus melemah, meredup, keropos, kerontang dan mungkin suatu saat mati. Istiqamah adalah nikmat, istiqamah adalah karunia yang tidak diberikan secara gratis pada siapa saja kecuali bagi mereka yang memang berburu untuk mendapatkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Istiqamah adalah melaksanakan hal-hal fardhu yang Allah perintah, istiqamah tahu perintah Allah lalu mengamalkan ketaatan pada-Nya dan menjauhi maksiat pada-Nya. Senantiasa komitmen mencintai-Nya, ibadah pada-Nya tanpa menoleh kiri dan kanan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu Qayyim mengatakan : istiqamah adalah kata yang mencakup semua dimensi agama ini. Dia adalah berdiri di hadapan Allah dengan melakukan kejujuran hakiki, menepati kesepakatan yang berhubungan dengan ucapan, perbuatan dan kondisi jiwa serta niat.</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu Rajab mengatakan : Istiqamah adalah istiqamahnya hati atas tauhid. Tatkala hati telah istiqamah dalam makrifat kepada Allah, dalam takut pada-Nya, pengagungan-Nya, keseganan pada-Nya, dalam cinta, dalam keinginan, harapan pada-Nya dan berdoa pada-Nya, tawakkal pada-Nya dan berpaling dari selainnya maka organ tubuh lainnya akan istiqamah. Karena sesungguhnya hati adalah komandan organ tubuh lainnya dan yang lain adalah prajuritnya</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita ingin anggota tubuh kita istiqamah maka istiqamahkanlah hati kita dengan Iman dan ini tidak akan pernah terjadi kecuali lisan kita telah istiqamah. Sebagaimana yang pernah Rasulullah sebutkan :</p>
<p style="text-align:justify;">: (( لا يستقيم إيمان عبد حتى يستقيم قلبه , ولا يستقيم قلبه حتى يستقيم لسانه ))</p>
<p style="text-align:justify;">Tidaklah iman seorang hamba itu lurus (istiqamah) hingga hatinya istiqamah, dan hatinya tidak akan istiqamah kecuali lisannya telah istiqamah (HR. Ahmad).</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak fadhilah yang akan dinikmati dari istiqamah ini oleh para pelakunya. Mereka tidak pernah ditimpa rasa takut, gentar dan was-was. Mereka akan menjadi penghuni surga yang bertabur nikmat beraroma wewangian, berhiaskan keindahan. Dunia akhiratnya diliputi dengan kebahagiaan yang menebar, hidupnya baik dan elok. Mereka mendapatkan rasa aman, ketenangan dan ketentraman, hidayat senantiasa mengawal dan mengiringi kehidupannya. Cinta Allah terus tercurah, kasih Allah terus mengalir pada mereka. Allah senantiasa bersamanya. Rizkinya mudah didapat dan hartanya penuh berkah. Umurnya bermakna dan berbobot.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebaikan yang dilakukan berlipat ganda, kesalahannya terhapus karena kebaikannya. Allah akan menjaga dirinya dan keluarganya. Ikhlas akan menghiasi hidupnya. Jiwanya bersih akhlaknya penuh budi. Doa-doanya mudah diapresiasi Allah. Sadar diri dan senantiasa melakukan introspeksi. Mereka akan sangat mudah memahami agama ini dan mengamalkan apa yang didapatkannya. Hidupnya adalah semangat yang berkobar, tekad yang membara, keinginan yang membubung tinggi untuk senantiasa beriman dan melanjutkannya dengan tindakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi istiqamah itu tidaklah mudah. Di tengah dunia yang keras dan kencang, dengan terpaan angin dunia yang melenakan banyak yang harus &#8220;gugur&#8221; keistiqamahannya, harus rontok puing-puing Islamnya, harus luntur ihsannya. Dunia menipunya, dunia menggelincirkannya, dunia menelikungnya dan dia jatuh dalam jeratnya. Gemerlapnya dunia sering kali menyilaukannya, membuat matanya gelap gulita, membuat mata hatinya legam membuta. Orang-orang yang dulunya fasih menganjurkan keadilan tiba-tiba kelu karena dia dipeluk mesra oleh dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang-orang yang dulunya rajin mengajak orang untuk sekedarnya menikmati dunia kini malah menjadi hambanya yang setia tiada tara. Dulunya dia sangat peka terhadap kemungkaran yang ada di hadapan matanya kini malah ikut menikmatinya. Istiqamah memang tidak mudah, tapi mungkin kita capai melalui tekad baja.</p>
<p style="text-align:justify;">Istiqamah harus dipertahankan dengan semangat menyala dengan tujuan untuk kebaikan pribadi, ummat, negeri bangsa-bangsa dunia yang kini sedang merana karena minimnya orang-orang yang mau berpegang teguh dengan agamanya, kokoh dengan pondasi imannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Zaman kita ini perlu para &#8220;mustaqimin&#8221; dimana ketaatan senantiasa menghiasi dirinya, kemungkaran sirna dari hatinya, kebohongan tak pernah ada dalam kamusnya. Para &#8220;mustaqimin&#8221; yang tidak menjual agama dengan dunia, dan tidak menjual ayat-ayat Allah atas nama pragmatisme yang menyusup deras ke jantung-jantung yang rapuh imannya. Hati-hati yang kosong dari tilawah, dari dzikir pada yang Mahakuasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Di zaman kita ini yang dibutuhkan bukan ilmuwan, zaman kita membutuhkan para amilin yang menjadikan ilmu menjalar menjadi sebuah kenyataan. Bukan hanya dalam ucapan, kata dan slogan. Tapi dia lahir dan hadir di alam nyata agar bisa dinikmati oleh semesta.</p>
<p style="text-align:justify;">Resep istiqamah yang diberikan Rasulullah kepada sahabatnya perlu kita telan walaupun dia pahit rasanya, namun dia akan menjadi obat mujarab menghilangkan semua penyakit kronis dan akut ruhani kita.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arraudhahmedan.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arraudhahmedan.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arraudhahmedan.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arraudhahmedan.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arraudhahmedan.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arraudhahmedan.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arraudhahmedan.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arraudhahmedan.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arraudhahmedan.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arraudhahmedan.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arraudhahmedan.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arraudhahmedan.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arraudhahmedan.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arraudhahmedan.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arraudhahmedan.wordpress.com&amp;blog=9179009&amp;post=109&amp;subd=arraudhahmedan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/21/istiqamah-tak-mudah-tapi-bukan-tak-mungkin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a46ea3158562459faf9678444a42efda?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arraudhahmedan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Susahnya Menjaga Pandangan</title>
		<link>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/19/susahnya-menjaga-pandangan/</link>
		<comments>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/19/susahnya-menjaga-pandangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 00:16:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arraudhahmedan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Baru]]></category>
		<category><![CDATA[aurat]]></category>
		<category><![CDATA[ayat]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[mahram]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[racun]]></category>
		<category><![CDATA[suci]]></category>
		<category><![CDATA[syahwat]]></category>
		<category><![CDATA[zina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/19/susahnya-menjaga-pandangan/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak berlebihan jika ada pepatah yang mengatakan dari mata turun ke hati seperti halnya perkataan seorang salaf,”Pandangan adalah panah beracun yang menembus ke hati.” Dari sebuah pandangan bisa mendorong hati berfikir maksiat yang tidak jarang diakhiri oleh perbuatan zina. Karena itulah Allah swt menggandengkan antara perintah menjaga pandangan dengan menjaga kemaluan, sebagaimana didalam firman-Nya : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arraudhahmedan.wordpress.com&amp;blog=9179009&amp;post=108&amp;subd=arraudhahmedan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak berlebihan jika ada pepatah yang mengatakan dari mata turun ke hati seperti halnya perkataan seorang salaf,”Pandangan adalah panah beracun yang menembus ke hati.” Dari sebuah pandangan bisa mendorong hati berfikir maksiat yang tidak jarang diakhiri oleh perbuatan zina.<span id="more-108"></span></p>
<p>Karena itulah Allah swt menggandengkan antara perintah menjaga pandangan dengan menjaga kemaluan, sebagaimana didalam firman-Nya :</p>
<p>قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ</p>
<p>Artinya : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: &#8220;Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat&#8221;. (QS. An Nuur : 30)</p>
<p>Perintah menjaga pandangan dan kemaluan didalam ayat tersebut ditujukan kepada semua muslim baik dia tinggal di lingkungan islami yang menerapkan aturan-aturan islam atau di lingkungan yang tidak islami yang meninggalkan penerapan aturan-aturan islam didalam tata pergaulan antara lawan jenis.</p>
<p>Dan jika anda berada didalam suatu lingkungan yang tidak islami maka hendaklah anda berusaha untuk meminimalkan pandangan anda kepada perempuan-perempuan yang bukan mahram anda trlebih lagi terhadap mereka yang tidak menutupi auratnya.</p>
<p>Namun apabila memang anda tidak bisa menghindar dari memandang mereka maka hendaklah pandangan itu tidak dibarengi dengan pandangan berikutnya yang sudah bercampur dengan syahwat. Adapun pandangan anda yang pertama maka—insya Allah—masih mendapat pemakluman karena ia termasuk jenis “pandangan spontanitas”.</p>
<p>Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Jarir bin Abdullah berkata,”Aku bertanya kepada Rasulullah saw tentang pandangan spontanitas” Maka beliau saw memerintahkanku untuk mengalihkan pandaganku.”</p>
<p>Hadits ini memperkuat pendapat ulama yang mengatakan bahwa makna dari huruf “min” didalam surat An Nuur ayat 30 adalah “sebagian” karena memang ada sebagian pandangan yang dibolehkan atau tidak bisa dihindari seperti pandangan pertama (spontanitas) atau pandangan tanpa maksud seperti didalam hadits Jarir diatas.</p>
<p>Senada dengan hadits Jarir juga apa yang diriwayatkan oleh Tirmidzi bahwa Rasulullah saw bersabda,”Wahai Ali janganlah engkau ikuti pandangan (pertama) dengan pandangan (berikutnya). Sesungguhnya pandangan yang pertama adalah untukmu namun tidak pada pandangan yang lainnya.”</p>
<p>Untuk itu hendaklah anda pandai menempatkan diri disetiap tempat ikhtilath (percampuran antara laki-laki dan perempuan) yang pada saat itu anda berada didalamnya. Tempatkanlah diri anda pada sudut atau sisi yang tidak mengarahkan pandangan anda kepada perempuan asing. Anda bisa tempatkan diri anda pada sisi yang mengarahkan pandangan anda kepada tembok, pohon-pohon, papan tulis, atau benda-benda lainnya agar pandangan anda tetap terjaga dan terpelihara.</p>
<p>Menjaga pandangan ditengah-tengah masyarakat yang tidak menerapkan aturan Allah didalam tata pergaulan mereka memang menjadi tantangan tersendiri yang membutuhkan perjuangan dan kesungguhan bagi seorang mukmin multazhim (yang berkomitmen dengan islam).</p>
<p>Allah tidak memerintahkan manusia untuk memejamkan matanya didalam setiap aktivitasnya karena hal itu pasti akan menyulitkan dirinya. Diantara rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya yang berada pada keadan yang sulit namun dirinya tetap istiqomah melaksanakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya adalah bagaikan orang itu melakukan hijrah kepada Allah swt, sebagaimana apa yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rasulullah saw bersabda,”Beribadah pada zaman yang sulit (terjadi fitnah) bagaikan berhijrah kepada-Ku.”</p>
<p>Sebab dari kelebihan atau keutamaan beribadah pada masa seperti itu adalah dikarenakan manusia pada saat itu telah lalai akan kewajiban agamanya, mengabaikan syariat-Nya, disibukkan oleh urusan-urusan rutin duianya kecuali hanya segelintir orang saja yang masih komitmen dengan agamanya dan istiqomah diatas jalannya.</p>
<p>Mewujudkan masyarakat yang sadar syariah dan memegang nilai-nilai akhlak mulia adalah menjadi kewajiban semua orang yang ada didalamnya termasuk meminimalisir kemaksiatan didalam pergaulan ikhtilath. (baca : Ikhtilath dan Hijab Syar’i). Namun dari mereka semua tentunya tanggung jawab yang lebih besar adalah ada pada para penguasa sebagai pembuat kebijakan dan peraturan tata pergaulan masyarakatnya.</p>
<p>Wallahu A’lam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arraudhahmedan.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arraudhahmedan.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arraudhahmedan.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arraudhahmedan.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arraudhahmedan.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arraudhahmedan.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arraudhahmedan.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arraudhahmedan.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arraudhahmedan.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arraudhahmedan.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arraudhahmedan.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arraudhahmedan.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arraudhahmedan.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arraudhahmedan.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arraudhahmedan.wordpress.com&amp;blog=9179009&amp;post=108&amp;subd=arraudhahmedan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/19/susahnya-menjaga-pandangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a46ea3158562459faf9678444a42efda?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arraudhahmedan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kaum yang akan Didatangkan Allah</title>
		<link>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/19/kaum-yang-akan-didatangkan-allah/</link>
		<comments>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/19/kaum-yang-akan-didatangkan-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 00:14:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arraudhahmedan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wadah Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[firman]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[kafir]]></category>
		<category><![CDATA[mukmin]]></category>
		<category><![CDATA[murtad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arraudhahmedan.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Wr,Wb Pak Ustadz apa maksud dari tafsir : 54. Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arraudhahmedan.wordpress.com&amp;blog=9179009&amp;post=106&amp;subd=arraudhahmedan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Wr,Wb</p>
<p>Pak Ustadz apa maksud dari tafsir :</p>
<p>54. Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. (QS al-Maa&#8217;idah [5]: 54).<span id="more-106"></span></p>
<p>Mohon penejesannya Pak Ustadz ,Seperti apakah Kaum yang dimaksud oleh Ayat Al Qur&#8217;an tersebut?</p>
<p>Terima Kasih ,</p>
<p>Wassalam</p>
<p>Waalaikumussalam Wr Wb</p>
<p>Saudara Hamran yang dimuliakan Allah swt</p>
<p>Tentang makna dari kaum yang disebutkan didalam surat itu (Al Maidah : 54) ini memang telah terjadi perselisihan dikalangan ulama, sebagaiman disebutkan oleh Ibnu Katsir dan al Qurthubi didalam tafsirnya masing-masing.</p>
<p>Tentang firman Allah swt فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ (maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya), Ibnu Katsir menyebukan bahwa Al Hasan Al Bashri mengatakan,”Demi Allah, dia adalah Abu Bakar dan para sahabatnya, diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim.</p>
<p>Abu Bakar bin Abi Syaibah berkata,”Aku mendengar Abu Bakar bin Ayyash berkata tentang firman Allah swt : فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ (maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya) bahwa mereka adalah orang-orang al Qodisiyah. Sementara Laits bin Aslam dari Mujahid mengatakan bahwa mereka adalah kaum dari Saba’</p>
<p>Ibnu Abi Hatim mengatakan bahwa telah bercerita Abu Said al Asyaj kepada kami, telah bercerita Abdullah bin al Ajlah kepada kami dari Muhammad bin Amr dari Salim dari Said bin Jabir dari Ibnu Abbas tentang firman Allah فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ (maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya) bahwa mereka adalah orang-orang dari Yaman kemudian Kindah kemudian as Sakun.</p>
<p>Telah bercerita Muhammad bin al Mushaffa kepada kami, telah bercerita Muawiyah—bin Hafsh—kepada kami dari Abi Zayad al Halifaniy dari Muhammad bin al Mukandar dari Jabir bin Abdullah berkata,”Rasulullah saw pernah ditanya tentang firman Allah فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ (maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya) bersabda,’Mereka adalah kaum dari Ahli Yaman kemudian dari Kindah kemudian dari as Sakun kemudian dari Tujib.” Ini adalah hadits yang aneh sekali.</p>
<p>Ibnu Abi Hatim berkata bahwa telah bercerita Umar bin Syabbah kepada kami, telah bercerita Abdu ash Shamad—bin Abdu al Warits—kepada kami, telah becerita Syu’bah kepada kami dari Simak, aku mendengar ‘Iyyadh bercerita dari al Asy’ariy berkata,”Tatkala turun firman Allah فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ (maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya) Rasulullah saw bersabda,”Mereka adalah kaum ini.”Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari hadits Syu’bah. (Tafsir al Qur’an al Azhim juz III hal 135 – 136)</p>
<p>Al Qurthubi didalam tafsirnya menyebutkan bahwa makna dari firman Allah فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ (maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya) menurut Al Hasan, Qatadah dan lainnya adalah ayat itu tentang Abu bakar as Shiddiq dan para sahabatnya. As Suddiy mengatakan bahwa ia tentang kaum Anshor. Ada yang berpendapat bahwa ayat itu tentang suatu kaum pada waktu itu belum muncul. Dan bahwasanya Abu Bakar memerangi orang-orang yang murtad yang mereka semua pada waktu itu (turunnya ayat ini, pen) belum muncul. Mereka adalah orang-orang yang hidup di Yaman dari Kindah dan Bajilah serta dari Asyja’….</p>
<p>Al Hakim Abu Abdullah didalam “al Mustadrok” dengan sanadnya bahwa Nabi saw pernah menunjuk ke arah Abu Musa al Asy’ariy tatkal turun yat ini dan bersabda,” Merekalah kaum itu”. Al Qusyairy mengatakan bahwa para pengikut Abu al Hasan berasal dari kaumnya karena setiap tempat yang disandarkan didalamnya kata “kaum” kepada seorang nabi maka artinya adalah para pengikutnya. (al Jami Li Ahkamil Qur’an jilid III hal 568 – 569)</p>
<p>Wallahu A’lam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arraudhahmedan.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arraudhahmedan.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arraudhahmedan.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arraudhahmedan.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arraudhahmedan.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arraudhahmedan.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arraudhahmedan.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arraudhahmedan.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arraudhahmedan.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arraudhahmedan.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arraudhahmedan.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arraudhahmedan.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arraudhahmedan.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arraudhahmedan.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arraudhahmedan.wordpress.com&amp;blog=9179009&amp;post=106&amp;subd=arraudhahmedan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/19/kaum-yang-akan-didatangkan-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a46ea3158562459faf9678444a42efda?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arraudhahmedan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>1 Dari 4 Orang Di Dunia Adalah Muslim</title>
		<link>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/18/1-dari-4-orang-di-dunia-adalah-muslim/</link>
		<comments>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/18/1-dari-4-orang-di-dunia-adalah-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 14:53:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arraudhahmedan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Baru]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[albania]]></category>
		<category><![CDATA[bahrain]]></category>
		<category><![CDATA[benua]]></category>
		<category><![CDATA[china]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[eropa]]></category>
		<category><![CDATA[forum]]></category>
		<category><![CDATA[global]]></category>
		<category><![CDATA[india]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[iraq]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[jerman]]></category>
		<category><![CDATA[kosovo]]></category>
		<category><![CDATA[lebanon]]></category>
		<category><![CDATA[mesir]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[populer]]></category>
		<category><![CDATA[russia]]></category>
		<category><![CDATA[syria]]></category>
		<category><![CDATA[yordan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arraudhahmedan.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Setelah diberitakan bahwa pada 2050, benua Eropa menjadi benua dengan Muslim terbesar di dunia, kini, sebuah peta baru diungkap: 1 dari 4 orang di dunia adalah Muslim. Begitu laporan CNN pada Rabu (7/10). Jumlah Muslim ini mencakup keseluruhan dunia, dan laporan itu cukup terperinci. Adalah Pew Forum on Rleigion &#38; Public Life yang merilis laporan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arraudhahmedan.wordpress.com&amp;blog=9179009&amp;post=103&amp;subd=arraudhahmedan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah diberitakan bahwa pada 2050, benua Eropa menjadi benua dengan Muslim terbesar di dunia, kini, sebuah peta baru diungkap: 1 dari 4 orang di dunia adalah Muslim. Begitu laporan CNN pada Rabu (7/10). Jumlah Muslim ini mencakup keseluruhan dunia, dan laporan itu cukup terperinci. Adalah Pew Forum on Rleigion &amp; Public Life yang merilis laporan ini dengan judul “Mapping the Global Muslim Population.”</p>
<p>India, negara dengan mayoritas penduduknya Hindu, mempunyai pemeluk Muslim demikian banyak, di bawah Indonesia dan Pakistan. Itu artinya, India mempunyai Muslim dua kali lipat banyaknya daripada Mesir.<br />
<span id="more-103"></span><br />
China mempunyai Muslim lebih banyak daripada Syria. Jerman memiliki Muslim lebih banyak daripada Lebanon, dan Russia mempunyai Muslim lebih banyak daripada Yordan dan Libya bahkan jika keduanya digabungkan.</p>
<p>Dua dari tiga orang Muslim di dunia tinggal di Asia, tersebar dari mulai dari Turki sampai Indonesia. Timur Tengah dan Afrika Utara, yang menjadi rumah bagi 1 Muslim dari 5 penduduk di dunia menduduki peringkat kedua dalam penyebarannya.</p>
<p>Sekarang ini, di dunia terdapat lebih dari 1,57 milyar Muslim di dunia. Ini merepresentasikan 23 % dari total keseluruhan penduduk dunia yang berjumlah 6,8 milyar.</p>
<p>Kristen mempunyai pemeluk 2,25 milyar—berdasarkan laporan World Relgiions Database pada tahun 2005. Brian Grim, peneliti senior di proyek Pew Forum, sangat terkejut dengan perkembangan jumlah Muslim ini—ia mengatakannya langsung kepada CNN. “Jumlahnya melebihi apa yang saya perkirakan,” ujarnya.<br />
Berita gembira ataukah ancaman?</p>
<p>Laporan ini—menurut Reza Aslan, penulis buku laris “No God but God”—bisa memengaruhi kebijakan PBB. “Penduduk di Timur Tengah semakin membuat kecil persentase pemeluk Muslim di seluruh dunia.” Komentarnya. “Jika sudah menyangkut Muslim di dunia, jumlah ini akan mengindikasikan bahwa pencapaian ini tak bisa difokuskan demikian kecil hanya di Timur Tengah saja.”<br />
Reza Aslan yang mempunyai darah Iran-Amerika ini menambahkan bahwa jika tujuan dari laporan ini seharusnya untuk menyatukan pengertian antara PPB dan umat Muslim, maka fokusnya seharusnya di Asia selatan dan Asia Tenggara, bukan Timur Tengah. Reza sendiri mengatakan hal tersebut sebelum laporan Pew Forum dipublikasikan kepada publik. Komentar Reza sangat beralasan mengingat sekarang umat Muslim dipojokkan dengan isyu teroris.</p>
<p>Muslim, sebuah proyek besar</p>
<p>Menurut Grim, laporan ini dikerjakan selama tiga tahun dengan melibatkan 232 negara di dunia. Tujuan mereka adalah mendapatkan gambaran yang jelas akan populasi Muslim di dunia pada saat ini. Mereka mendatangi sensus dan survey nasional di setiap negara. Pew Forum menyebutkan laporan ini sebagai “proyek terbesar”. Detail penuhnya dan bahkan apa yang ditemukan oleh para peneliti ini sangat mengejutkan.</p>
<p>“Ada negara yang kami perkirakan tak ada umat Muslimnya, ternyata jumlahnya sangat besar,” ujar Alan Cooperman, associate director Pew Forum, seraya menyebutkan India, Russia, dan China.<br />
Yang lainnya, 2 dari 5 orang Muslim hidup di negara dimana mereka menjadi minoritas. Menurut Cooperman, sementara orang berpikir bahwa populasi Muslim di Eropa lebih banyak imigran, itu hanya terjadi di Eropa bagian barat saja. “Sisanya di Russia, Albania, Kosovo, dan yang lainnya, adalah penduduk Asli. Lebih dari separuh Muslim di Eropa adalah penduduk asli.”<br />
perman juga mengatakan terkejut mendapatkan populasi Muslim di Afrika bagian gurun Sahara. Ada 240 juta Muslim di sana—dan itu artinya 15% dari jumlah keseluruhan Muslim di dunia.<br />
Islam tak pelak menjadi satu-satunya agama yang berkembang sangat pesat di dunia, dengan negara seperti Nigeri yang jumlahnya Muslim-nya sekarang sama dengan Kristen. Menurut Pew Forum, Nigeria juga menjadi negara keenam terbesar penduduk Muslim-nya.</p>
<p>Islam di masa depan</p>
<p>Secara kasar, sembilan dari 10 Muslim di dunia adalah pemeluk Sunni, dan satunya lagi adalah Syi’ah. Satu dari tiga Syi’ah tinggal di Iran. Sisanya di Iraq, Azerbaijan, dan Bahrain. Dan dari data statistik ini, sangat sulit menemukan Islam sektarian.<br />
Penemuan ini hanya tahap pertama dari proyek Pew Forum. Tahun depan, mereka rencananya akan mengeluarkan laporan tentang perkembangan Muslim di masa depan, dan focus penelitian mereka akan melibatkan umat Kristen, dan pemeluk agama lainnya. Kata Grim, “Kami tidak hanya peduli kepada Muslim. Kami mencoba memotret perkembangan agama di dunia ini.” (sa/cnn)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arraudhahmedan.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arraudhahmedan.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arraudhahmedan.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arraudhahmedan.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arraudhahmedan.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arraudhahmedan.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arraudhahmedan.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arraudhahmedan.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arraudhahmedan.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arraudhahmedan.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arraudhahmedan.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arraudhahmedan.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arraudhahmedan.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arraudhahmedan.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arraudhahmedan.wordpress.com&amp;blog=9179009&amp;post=103&amp;subd=arraudhahmedan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/18/1-dari-4-orang-di-dunia-adalah-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a46ea3158562459faf9678444a42efda?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arraudhahmedan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikhlash Dalam Berdakwah</title>
		<link>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/15/ikhlash-dalam-berdakwah/</link>
		<comments>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/15/ikhlash-dalam-berdakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 10:41:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arraudhahmedan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[amal]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[harta]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[imam]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[shalat]]></category>
		<category><![CDATA[suci]]></category>
		<category><![CDATA[tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/15/ikhlash-dalam-berdakwah/</guid>
		<description><![CDATA[Makna Ikhlash Ikhlash (الإخلاص) adalah persoalan paling penting dalam amal dan ibadah seorang hamba kepada Allah SWT. Ikhlash, seperti yang dikemukakan oleh Syaikh Yusuf al-Qaradhawy hafizhahullah adalah عمل من أعمال القلوب، بل هو في مقدمة الأعمال القلبية، لأن قبول الأعمال لا يتم إلا به “Sebuah amal dari amal-amal hati, tetapi ikhlash merupakan amal hati yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arraudhahmedan.wordpress.com&amp;blog=9179009&amp;post=102&amp;subd=arraudhahmedan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Makna Ikhlash</p>
<p>Ikhlash (الإخلاص) adalah persoalan paling penting dalam amal dan ibadah seorang hamba kepada Allah SWT. Ikhlash, seperti yang dikemukakan oleh Syaikh Yusuf al-Qaradhawy hafizhahullah adalah <span id="more-102"></span></p>
<p>عمل من أعمال القلوب، بل هو في مقدمة الأعمال القلبية، لأن قبول الأعمال لا يتم إلا به</p>
<p>“Sebuah amal dari amal-amal hati, tetapi ikhlash merupakan amal hati yang pertama-tama, karena sesungguhnya diterimanya amal-amal itu tidak akan sempurna kecuali dengan ikhlash.”</p>
<p>Beliau juga menyebutkan hubungan antara ikhlash dengan tauhid, yaitu</p>
<p>ثمرة من ثمرات &#8220;التوحيد&#8221; الكامل لله تبارك وتعالى، الذي هو إفراد الله عز وجل بالعبادة والاستعانة</p>
<p>“Buah dari buah-buah tauhid yang sempurna karena Allah Tabaraka wa Ta’ala yaitu dengan menyendirikan Allah Azza wa Jalla dengan ibadah dan memohon pertolongan.”</p>
<p>Ikhlash juga bermakna pemurnian, yaitu membebaskan diri dari segala penyembahan kepada selain Allah, seperti harta, wanita, kedudukan. Allah SWT berfirman</p>
<p>قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ</p>
<p>“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, hanyalah untuk Allah, Tuhan Semesta Alam.” (Al An’am 162)</p>
<p>Banyak pula definisi ikhlash yang dikemukakan para ulama, namun pada hakikatnya semuanya sama. Beberapa definisi ikhlash adalah<br />
menjadikan tujuan hanyalah untuk Allah tatkala beribadah<br />
membersihkan amalan dari komentar manusia<br />
kesamaan antara amalan yang nampak dengan yang ada di batin (Hudzaifah al-Mar’asyi)<br />
melupakan pandangan manusia dengan selalu memandang kepada Allah (Abu ‘Utsman)</p>
<p>Sementara itu Imam Syahid Hasan al-Banna rahimahullahu memberikan definisi tentang ikhlash yaitu</p>
<p>أن يقصد الأخ المسلم بقوله وعمله وجهاده كله وجه الله , وابتغاء مرضاته وحسن مثوبته من غير نظر إلى مغنم أو مظهر أو جاه أو لقب أو تقدم أو تأخر , وبذلك يكون جندي فكرة وعقيدة , لا جندي غرض و منفعة</p>
<p>“Yaitu setiap al-akh muslim meniatkan dengan perkataannya, perbuatannya dan jihadnya seluruhnya hanya untuk Wajah Allah, mengharap keridhaanNya dan kebaikan ganjaranNya, tanpa melihat kepada harta atau kemasyhuran atau kedudukan atau pangkat atau kemajuan atau kemunduran. Dan dengan demikian ia pejuang fikrah dan aqidah, bukan pejuang kepentingan dan kemanfaatan.”</p>
<p>Urgensi Ikhlash</p>
<p>Ada sebuah hadits shahih mutawatir masyhur yang berkaitan dengan masalah ikhlash dalam niat ini. Rasulullah SAW bersabda</p>
<p>عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْه (متفق عليه</p>
<p>Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khaththab radhiyallahu anhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. (HR Bukhari-Muslim).</p>
<p>Begitu pentingnya masalah ikhlash ini, sampai-sampai Imam Nawawi rahimahullah meletakkan hadits di atas pada hadits pertama dalam kitab beliau Al-Arba’in An-Nawawiyyah dan Riyadhush Shalihin. Demikian pula Syaikh Fuad Abdul Baqi menempatkannya sebagai hadits di bagian awal dalam kitab beliau Al-Lu’lu’ wal-Marjan, yang merupakan kompilasi hadits yang disepakati oleh Imam Bukhari dan Muslim. Imam Asy-Syafi&#8217;i berkata, &#8220;Hadits ini adalah sepertiga ilmu&#8221;.</p>
<p>Hadits ini berkaitan dengan sahabat Nabi SAW yang ikut berhijrah dari Makkah ke Madinah dengan niat untuk menikahi shahabiyah Ummu Qais, sehingga terkenal istilah Muhajir Ummu Qais. Dari hadits ini Rasulullah SAW menekankan akan pentingnya kemurnian niat dan keikhlasan. Lafazh innama (ﺎﳕﺇ) pada hadits di atas berfungsi untuk membatasi (hashr). Dengan kata lain, hasil dari suatu perbuatan sangat bergantung pada niat, orientasi dan tujuannya.</p>
<p>Dalam hadits di atas, Rasulullah SAW menekankan pentingnya kelurusan niat dalam berhijrah. Dalam amal Islami, hijrah merupakan salah satu amal yang sangat besar. Dalam sejumlah ayat seperti pada Surat Al Anfal 72-75, Allah SWT menggabungkan hijrah dengan iman dan jihad. Hijrah hakikatnya merupakan upaya untuk meninggalkan segala yang dilarang Allah SWT. Hijrah merupakan peralihan perjuangan Islam di masa Rasulullah SAW dari fase bina’ul iman wal aqidah, taqwiyyah ash-shabr dan ta’sisu qa’idah Islamiyah menjadi fase iqamatu ad-daulah, jihad dan intisyaru ad-da’wah fil ardh. Namun demikian hijrah yang diniati karena motivasi duniawi seperti memperoleh harta dan wanita, tidak akan bernilai lebih dari motivasi tersebut.</p>
<p>Dalam hadits yang lain, Rasulullah SAW bersabda</p>
<p>إن الله لا يقبل من العمل إلا ما كان خالصا، وابتغى به وجهه (رواه النسائي بإسناد جيد</p>
<p>“Sesungguhnya Allah SWT tidak menerima suatu amal kecuali dengan ikhlash dan dengannya mengharap wajah-Nya.” (HR Nasai dengan sanad yang bagus)</p>
<p>Hadits di atas sekali lagi menegaskan urgensi keikhlasan dalam beramal. Huruf لا danإلا　menunjukkan nafi (pengecualian) dan itsbat (pengokohan) seperti dalam kalimat tauhid الله إلا لاإله</p>
<p>Sebuah atsar yang masyhur dari Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullahu menegaskan akan pentingnya dua syarat diterimanya amal, yaitu ikhlash dan shawab (sesuai dengan sunnah). Beliau berkata</p>
<p>إن العمل إذا كان خالصا ولم يكن صوابا لم يقبل، وإذا كان صوابا ولم يكن خالصا لم يقبل، حتى يكون خالصا وصوابا، والخالص: أن يكون لله، والصواب: أن يكون على السنة</p>
<p>“Sesungguhnya amal itu apabila ikhlash tetapi tidak shawab maka tidak akan diterima. Dan jika shawab tetapi tidak ikhlash maka juga tidak akan diterima, hingga terdapat ikhlash dan shawab. Dan ikhlash itu adalah karena Allah dan shawab itu sesuai dengan sunnah.”</p>
<p>Setelah itu, Fudhail bin ‘Iyadh membaca ayat</p>
<p>فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا</p>
<p>“Maka barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (Al Kahfi 110).</p>
<p>Riya’ dan Sum’ah</p>
<p>Penyimpangan amal terjadi ketika niat tidak lagi ikhlash. Keinginan untuk dilihat orang lain atau pamer amal dinamakan dengan riya’. Sedangkan rasa ingin didengar orang lain disebut sebagai sum’ah. Baik riya’ maupun sum’ah adalah dua penyakit yang sangat berbahaya. Riya’ bahkan dikatakan sebagai asy-syirk al-ashghar (syirik kecil), sebab pahala amal yang disertai riya’ akan musnah. Rasulullah SAW bersabda</p>
<p>إن أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر&#8221; قالوا: وما الشرك الأصغر يا رسول الله؟ قال: الرياء<br />
(رواه أحمد بإسناد جيد، وابن أبي الدنيا)</p>
<p>“Sesungguhnya yang paling takutkan atas kalian adalah syirik kecil. Para sahabat bertanya, apakah syirik kecil itu wahai Rasulallah? Rasulullah menjawab: Riya’.” (Diriwatkan oleh Ahmad dengan sanad jayyid dan Ibnu Abi Dunya)</p>
<p>Bahkan pelaku riya’ diancam dengan azab besar di neraka. Na’udzubillahi min dzalik. Sebuah hadits shahih berikut ini sangat penting untuk menjadi renungan kita bersama.</p>
<p>عن أبي هريرة قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول<br />
إن أول الناس يقضى يوم القيامة عليه: رجل استشهد، فأتى به، فعرفه نعمته فعرفها، قال: فما عملت فيها؟ قال: قاتلت فيك حتى استشهدت. قال: كذبت، ولكنك قاتلت لأن يقال: هو جرئ، فقد قيل، ثم أمر به فسحب على وجهه حتى ألقي في النار، ورجل تعلم العلم وعلمه، وقرأ القرآن، فأتى به، فعرفه نعمه فعرفها، قال: فما عملت فيها؟ قال: تعلمت العلم وعلمته، وقرأت فيك القرآن. قال: كذبت، ولكنك تعلمت ليقال: عالم، وقرأت القرآن ليقال هو قارئ، فقد قيل، ثم أمر به فسحب على وجهه حتى ألقي في النار، ورجل وسع الله عليه وأعطاه من أصناف المال، فأتى به، فعرفه نعمه فعرفها، قال: فما علمت فيها؟ قال: ما تركت من سبيل تحب أن ينفق فيها إلا أنفقت فيها لك، قال: كذبت، ولكنك فعلت ليقال: هو جواد، فقد قيل، ثم أمر به فسحب على وجهه حتى ألقي في النار<br />
(رواه مسلم والنسائي، ورواه الترمذي وحسنه، وابن حبان في صحيحه)</p>
<p>Dari Abu Hurairah yang berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang pertama kali diadili pada hari kiamat adalah seseorang yang mati syahid di jalan Allah. Dia didatangkan kemudian ditampakkan kepadanya nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya maka dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apa yang kamu lakukan dengannya?” Dia menjawab, “Aku berperang untuk-Mu sampai aku mati syahid.” Allah berfirman, “Engkau dusta, sebenarnya engkau berperang karena ingin disebut sebagai pemberani. Dan itu sudah kau dapatkan.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka. </p>
<p>Kemudian seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya dan juga membaca Al Quran. Dia didatangkan kemudian ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang sudah didapatkannya dan dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apakah yang sudah kau perbuat dengannya ?” Maka dia menjawab, “Aku menuntut ilmu, mengajarkannya dan membaca Al Quran karena-Mu.” Allah berfirman, ”Engkau dusta, sebenarnya engkau menuntut ilmu supaya disebut orang alim. Engkau membaca Quran supaya disebut sebagai Qari’.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka<br />
Kemudian ada seseorang yang telah mendapatkan anugerah kelapangan harta. Dia didatangkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang diperolehnya. Maka dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apakah yang sudah kamu perbuat dengannya?” Dia menjawab, “Tidaklah aku tinggalkan suatu kesempatan untuk menginfakkan harta di jalan-Mu kecuali aku telah infakkan hartaku untuk-Mu.” Allah berfirman, “Engkau dusta, sebenarnya engkau lakukan itu demi mendapatkan julukan orang yang dermawan, dan engkau sudah memperolehnya.” Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya tertelungkup di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.”<br />
(Diriwayatkan oleh Muslim dan Nasai, dan diriwayatkan oleh Tirmidzi dan ia menghasankannya, dan diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam shahihnya)</p>
<p>Kurang apalagi kebaikan orang yang berjihad, mempelajari dan mengajarkan ilmu, membaca Al Quran dan suka berinfaq. Namun kebaikan itu musnah di sisi Allah SWT manakala orientasi amal tersebut karena mengharap pujian manusia, bukan pujian Allah SWT.</p>
<p>Dengan demikian, penting sekali buat kita untuk selalu menata dan memperhatikan niat setiap melakukan amal kebajikan.</p>
<p>إنما يبعث الناس على نياتهم (رواه ابن ماجه بإسناد حسن</p>
<p>“Sesungguhnya manusia bangkit (pada hari akhir) atas niat-niat mereka (HR Ibnu Majah dengan sanad hasan)</p>
<p>Ikhlash dalam berdakwah</p>
<p>Bagi aktivis da’wah, kelurusan niat dalam berda’wah menjadi suatu kemestian. Ada kalanya seseorang berda’wah dan berjihad, tetapi dengan motivasi yang rendah seperti agar dilihat keberaniannya oleh orang lain, agar dianggap eksis serta motivasi memamerkan amal dakwah dan jihadnya. Rasulullah SAW ditanya mengenai masalah ini dan beliau menjawab.</p>
<p>مَنْ قاتَلَ لِتَكُون كلِمةُ اللَّهِ هِي الْعُلْيَا فهُوَ في سَبِيلِ اللَّهِ ( مُتَّفَقٌ عليه) </p>
<p>Hadits di atas menunjukkan definisi yang sejati tentang jihad di jalan Allah SWT, yaitu segala daya upaya untuk meninggikan kalimat Allah. Karena itu, segala aktivitas yang dilabeli jihad namun tidak memiliki orientasi murni untuk menegakkan kalimat Allah SWT, tidaklah dinamakan jihad fi sabilillah.</p>
<p>Bagi aktivis da’wah khususnya, ada sejumlah rambu-rambu yang selayaknya diperhatikan agar niat lurus dalam da’wahnya selalu terjaga.</p>
<p>Menjauhi kemasyhuran</p>
<p>Berbagai akhlaq salafush shalih mengajarkan bahwa mereka sangat takut dengan puji-pujian, kemasyhuran dan popularitas. Bagi mereka, cukuplah Allah SWT sebagai Dzat yang memuji. Mereka berpandangan, pujian dari manusia dapat melengahkan dan melenakan diri sehingga amal perbuatan tidak lagi ikhlash karena Allah.</p>
<p>Ibn Muhairiz berkata kepada orang yang meminta nasihat kepadanya, “Jika bisa, hendaklah engkau mengenal tetapi tidak dikenal, berjalanlah sendiri dan jangan mau diikuti, bertanyalah dan jangan ditanya. Lakukanlah hal ini.”</p>
<p>Bisyr al-Hafi berkata, “Saya tidak mengenal orang yang suka kemasyhuran melainkan agama menjadi sirna dan dia menjadi hina. Tidak akan merasakan manisnya kehidupan akhirat, orang yang suka terkenal di tengah manusia”.</p>
<p>Fudhail bin Iyadh berkata, ”Jika engkau sanggup untuk tidak dikenal, maka lakukanlah. Apa sukarnya engkau tidak dikenal? Apa sukarnya engkau tidak disanjung-sanjung? Tidak mengapa engkau tercela di hadapan manusia selagi engkau terpuji di sisi Allah.”</p>
<p>Imam Ahmad berkata: “Aku ingin tinggal di jalan-jalan di sela-sela gunung-gunung yang ada di Mekah hingga aku tidak dikenal. Aku ditimpa musibah ketenaran</p>
<p>Bagi aktivis da’wah, popularitas dan pujian dari manusia dapat merubah orientasi da’wah seseorang. Dari da’wah karena Allah, menjadi da’wah untuk mencari popularitas. Dari da’wah untuk mendapatkan pujian Allah, menjadi da’wah untuk mendapatkan pujian manusia.</p>
<p>Sebenarnya, popularitas dan kemasyhuran itu tidaklah jelek. Para Nabi, Khulafa ar-Rasyidin dan para Imam adalah orang yang dikenal manusia. Ungkapan salafush shalih tersebut bukanlah ajakan untuk ber’uzlah. Tetapi yang tercela adalah mencari kemasyhuran dan kedudukan, serta sangat bercita-cita untuk mendapatkannya.</p>
<p>Beramal secara diam-diam</p>
<p>Amal yang dilakukan diam-diam berpeluang lebih selamat dari riya’ dibandingkan dengan amal secara terbuka. Allah SWT berfirman</p>
<p>إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ</p>
<p>Jika kalian menampakkan sedekah kalian maka itu adalah baik sekali. Dan jika kalian menyembunyikannya dan kalian berikan kepada orang-orang fakir maka menyembunyikanya itu lebih baik bagi kalian. Dan Allah akan menghapuskan dari kalian sebagian kesalahan-kesalahan kalian, dan Allah maha mengetahui apa yang kalian kerjakan” (QS. Al-Baqoroh: 271).</p>
<p>Para ulama menjelaskan tentang keutamaan menyembunyikan amal kebajikan (karena hal ini lebih menjauhkan dari riya) itu hanya khusus bagi amalan-amalan mustahab bukan amalan-amalan yang wajib. Sedekah yang wajib secara terang-terangan lebih afdhol daripada secara tersembunyi. Adapun sedekah yang mustahab maka sebaliknya.” Sebagian mereka juga mengecualikan orang-orang yang merupakan teladan bagi masyarakat, maka justru lebih afdhol bagi mereka untuk beramal terang-terangan agar bisa diikuti dengan syarat mereka aman dari riya’, dan hal ini tidaklah mungkin kecuali jika iman dan keyakinan mereka yang kuat.</p>
<p>Secara khusus ada keuntungan bagi orang-orang yang “hidden”. Dalam hadits Mu’adz, Rasulullah SAW bersabda</p>
<p>إن الله يحب الأبرار الأتقياء الأخفياء، الذين إن غابوا لم يفتقدوا، وإن حضروا لم يعرفوا، قلوبهم مصابيح الهدى، يخرجون من كل غبراء مظلمة</p>
<p>“Sesungguhnya Allah SWT menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan, bertaqwa dan yang menyembunyikan amalnya. Yaitu orang-orang yang jika tidak hadir mereka tidak dicari, dan jika hadir mereka tidak dikenal. Hati mereka adalah pelita petunjuk. Mereka keluar dari setiap tempat yang gelap.”</p>
<p>Selalu sabar dalam berda’wah</p>
<p>Allah SWT memberikan ilustrasi berupa kisah Nabi Nuh AS yang begitu sabar berda’wah selama 950 tahun (Al Ankabut 14). Nabi Nuh selalu berda’wah siang dan malam tanpa kenal lelah (Nuh 5). Beliau juga menggunakan berbagai metode, baik sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan (Nuh 8-9). Bahkan keluarganyapun juga tidak menyambut ajaran beliau. Kesabaran beliau ditunjukkan ketika mendapatkan wahyu Allah SWT untuk membuat kapal (Al Mu’minuun 27-28) dimana orang-orang kafir mengejek Nabi Nuh dan para pengikut beliau (Hud 11).</p>
<p>Kesabaran dalam berda’wah berbanding lurus dengan keikhlasan. Orang-orang yang ikhlash selalu bersabar dalam menghadapi ujian dalam da’wah. Namun, terkadang ada orang-orang yang ingin segera cepat-cepat menikmati hasil da’wahnya. Perilaku yang disebut isti’jal, dilakukan oleh orang-orang yang mengubah tujuan da’wahnya, dari da’wah murni kepada Allah SWT menjadi da’wah yang berorientasi kepada hasil. Ketika sahabat Khubaib bin al-Arat menanyakan kapan datangnya pertolongan Allah, Rasulullah SAW menjawabnya dengan ilustrasi kisah orang pada zaman terdahulu yang tetap bersabar walaupun harus menerima ujian disisir dari sisir besi. Di akhir, Rasulullah mengatakan (ولكِنَّكُمْ تَسْتَعْجِلُونَ) “Akan tetapi kalian tergesa-gesa.” (HR Bukhari)</p>
<p>Berbuat yang ikhlash dan wajar ketika memimpin</p>
<p>Orang yang ikhlash karena Allah akan berbuat yang wajar, baik ketika memimpin di depan sebagai qiyadah maupun ketika berada di belakang sebagai jundiyah. Tidak ada perubahan dalam orientasi amalnya maupun sikap dan perbuatannya, baik ketika dikenal orang banyak, maupun ketika tidak dikenal. Dalam hal ini, sikap Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu dapat menjadi teladan, ketika beliau tetap ikhlash berjuang meskipun diberhentikan dari panglima perang oleh khalifah Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu.</p>
<p>Syaikh Yusuf Qaradhawy memberikan taushiyah mengenai (الفرح بكل كفاية تبرز ) dalam hubungannya dengan persoalan jama’ah. Beliau menyatakan, qiyadah yang ikhlash akan senang jika banyak orang-orang baik yang bergabung dengan jama’ah. Dia tidak akan terganggu atau dengki atau gelisah karena kehadirannya. Bahkan qiyadah yang ikhlash melihat, jika ada orang lain yang lebih baik dari dirinya dalam hal memikul tanggung jawab, ia dengan senang hati untuk mundur dan memberikan tanggung jawab kepada orang lain.</p>
<p>Beliau mengkritik orang-orang yang diberikan amanah namun selalu berusaha mempertahankan jabatannya, tidak mau mundur dan suka menekan orang lain. Padahal seiring dengan perjalanan waktu, keadaan akan berubah dan orang yang kuat akan menjadi lemah. Ada ungkapan (لكل زمان رجاله) , setiap zaman ada rijalnya. Beliau mengkritik pemimpin yang yang mati-matian mempertahankan kedudukannya dengan anggapan dialah yang paling mampu mengendalikan perahunya.</p>
<p>Syaikh Yusuf Qaradhawy juga menyatakan, aktivis dakwah tidak boleh menutup mata dan telinga ketika mendapatkan kritik dari orang lain. Beliau bahkan memperingatkan bahaya sebuah jamaah yang disusupi dari luar, kepincangan dalam berfikir dan beramal, tidak ada inovasi dan pembaharuan, sebagai akibat kerakusan satu atau dua orang yang terlibat di dalamnya.</p>
<p>Menghindari ujub.</p>
<p>Ujub (i&#8217;jab bin nafsi) adalah penyakit membanggakan diri sendiri, dengan tidak merendahkan orang lain. Walaupun tidak merendahkan orang lain, penyakit ini cukup berbahaya, karena berpotensi menuju ghurur. Ghurur adalah penyakit membanggakan diri sendiri disertai dengan merendahkan orang lain. Karena itu ghurur dikatakan sebagai syiddatul i&#8217;jab. Di atas ghurur adalah penyakit takabbur alias sombong. Takabbur dikatakan syiddatu syiddatil i&#8217;jab. Jadi pada akhirnya, ujub berbahaya karena menuju kepada takabbur. Dr. Sayyid Muhammad Nuh dalam bukunya Aafatun ‘ala ath-thariq menjelaskan tentang bahaya penyakit ujub, ghurur dan takabbur.</p>
<p>Perang Hunain memberikan pelajaran besar akan bahaya penyakit ujub, ketika kaum muslimin merasa yakin akan mendapatkan kemenangan karena membanggakan jumlah yang besar. Allah SWT berfirman</p>
<p>لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ فِي مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنْكُمْ شَيْئًا وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الأرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُمْ مُدْبِرِينَ</p>
<p>“Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai.” (At-Taubah 25)</p>
<p>Lafazh (أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ) menunjukkan bahwa kaum muslimin berbangga dengan jumlah yang besar, pada akibatnya mereka bercera-berai.</p>
<p>Penyakit ujub juga dapat muncul ketika seseorang atau sebuah jama’ah merasa dirinya lebih baik atau lebih suci daripada orang atau jama’ah lain. Padahal Allah SWT berfirman</p>
<p>فَلا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى</p>
<p>“…Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (an-Najm 32)</p>
<p>Selayaknya, aktivis da’wah seperti halnya orang-orang yang memakmurkan masjid adalah orang-orang yang gemar membersihkan diri (at Taubah 108). Sebab aktivis da’wah bukanlah orang yang bersih dari dosa. Taubat dan muhasabah adalah alat untuk mengevaluasi diri dan jamaah, sejauh mana kelurusan niat dan langkah dakwahnya.</p>
<p>Wallahu a’lam bish shawab.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arraudhahmedan.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arraudhahmedan.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arraudhahmedan.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arraudhahmedan.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arraudhahmedan.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arraudhahmedan.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arraudhahmedan.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arraudhahmedan.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arraudhahmedan.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arraudhahmedan.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arraudhahmedan.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arraudhahmedan.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arraudhahmedan.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arraudhahmedan.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arraudhahmedan.wordpress.com&amp;blog=9179009&amp;post=102&amp;subd=arraudhahmedan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/15/ikhlash-dalam-berdakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a46ea3158562459faf9678444a42efda?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arraudhahmedan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peduli Sumatera 2009 &#8211; Korban Gempa Sumbar &amp; Jambi</title>
		<link>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/04/peduli-sumatera-2009-korban-gempa-sumbar-jambi/</link>
		<comments>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/04/peduli-sumatera-2009-korban-gempa-sumbar-jambi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 05:22:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arraudhahmedan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Baru]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[donasi]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[infaq]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[padang]]></category>
		<category><![CDATA[pariaman]]></category>
		<category><![CDATA[saudara]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[sumbangan]]></category>
		<category><![CDATA[sumbar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/04/peduli-sumatera-2009-korban-gempa-sumbar-jambi/</guid>
		<description><![CDATA[Masihkah Pantas kita bersenang &#8211; senang melihat saudara &#8211; saudara kita sedang kesusahan ? Kenapa kita hanya berdiam diri melihat saudara &#8211; saudara kita sedang kedinginan, kelaparan dan kesusahan? Tidak terketukkah pintu hati kita untuk membantu saudara &#8211; saudara kita ? Meraka adalah saudara &#8211; saudara kita, mereka adalah bagian dari bangsa ini&#8230; Mari kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arraudhahmedan.wordpress.com&amp;blog=9179009&amp;post=93&amp;subd=arraudhahmedan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masihkah Pantas kita bersenang &#8211; senang melihat saudara &#8211; saudara kita sedang kesusahan ?<br />
Kenapa kita hanya berdiam diri melihat saudara &#8211; saudara kita sedang kedinginan, kelaparan dan kesusahan?<br />
Tidak terketukkah pintu hati kita untuk membantu saudara &#8211; saudara kita ?<br />
Meraka adalah saudara &#8211; saudara kita, mereka adalah bagian dari bangsa ini&#8230;<br />
<span id="more-93"></span><br />
Mari kita sisihkan sebagian rezeki yang dititipkan melalui kita untuk membantu saudara &#8211; saudara kita, meringankan kesusahan mereka, walau sedikit insyaAlloh sangat berarti untuk mereka..<br />
Jangan takut dan cemas untuk membantu mereka, niscaya Alloh akan mengganti semua rezeki yang telah kita berikan untuk kebaikan, &#8220;Gerakan Pedulu sumatera 2009 &#8220;<br />
<div id="attachment_96" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><img src="http://arraudhahmedan.files.wordpress.com/2009/10/peduli-sumatera-20093.jpg?w=600" alt="Peduli Sumatera 2009" title="Peduli Sumatera 2009" width="600" /><p class="wp-caption-text">Peduli Sumatera 2009</p></div><br />
Salam,</p>
<p>Info Terbaru : Gerakan Peduli Sumatera 2009 dijadwalkan tim relawan akan berangkat pada tanggal 07 oktober 2009 bersama dengan tim <a href="http://jalinsumatera.awakmedan.net">Jalin Sumatera Medan</a>, Teman &#8211; Teman Psikologi <a href="http://uma.ac.id">Universitas Medan Area</a> &#8211; SUMUT.  &#8221; Bantuan kita adalah wujud cinta dan sayang kita terhadap saudara &#8211; saudara kita yang tertimpa musibah di Sumatera Barat dan Jambi, Saatnya peduli terhadap saudara senegeri ini</p>
<p>Sugianto ( pengelola web arraduhah )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arraudhahmedan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arraudhahmedan.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arraudhahmedan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arraudhahmedan.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arraudhahmedan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arraudhahmedan.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arraudhahmedan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arraudhahmedan.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arraudhahmedan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arraudhahmedan.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arraudhahmedan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arraudhahmedan.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arraudhahmedan.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arraudhahmedan.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arraudhahmedan.wordpress.com&amp;blog=9179009&amp;post=93&amp;subd=arraudhahmedan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arraudhahmedan.wordpress.com/2009/10/04/peduli-sumatera-2009-korban-gempa-sumbar-jambi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a46ea3158562459faf9678444a42efda?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arraudhahmedan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arraudhahmedan.files.wordpress.com/2009/10/peduli-sumatera-20093.jpg?w=600" medium="image">
			<media:title type="html">Peduli Sumatera 2009</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
